Peluncuran rudal buatan Polandia itu sebagai ajang ujicoba sistem persenjataan sebelum melakukan pembelian alat sistem persenjataan
Sistem senjata tersebut jenis Grom Komposit Meriam 23 MM Zur 23-2KG-1 yang diperagakan oleh 26 pria Polandia. Disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta, pejabat TNI AD, pejabat Kodam VI Tanjungpura, juga Muspida Kutim.
Dandim Kutim Letkol Inf Mukhtar menjelaskan, peragaan beberapa elemen sistem persenjataan itu berfungsi secara integral. Adapun rudal yang meleset sedikit dari target atau sasaran karena pengaruh cuaca panas.
Menurutnya, sesaat sebelum misil meluncur, komputer melakukan pengecekan terhadap 3 parameter yaitu sistem elektronik misil, jarak sasaran, dan besar suhu sasaran. Bila salah satu parameter tersebut tidak terpenuhi, maka misil tidak akan meluncur ke sasaran.
Sebagaimana pantauan tribun, ketiga misil meledak tanpa mengenai target.
Usai peluncuran, pihak pelaksana uji terima menganalisa bahwa faktor yang mengakibatkan luputnya sasaran adalah cuaca panas.
“Karena cuaca di Kutim panas, maka misil yang menggunakan detektor suhu bisa jadi luput dari sasaran. Berbeda saat uji coba di Polandia dan Jawa Tengah yang sukses mengenai target” ujar Letkol Muchtar, Selasa (4/5) di lokasi peluncuran.
KSAD Jenderal TNI George Toisutta mengatakan akan membicarakan kembali rencana pembelian rudal ini di Jakarta. Kemungkinan juga akan ada pengujian ulang di Ambal, Jawa Tengah. (*)
Editor : widodo
Source : Tribun Kaltim

Comments on: "Rudal Indonesia gagal meluncur" (3)
hmmm,,,patut menjadi koreksi,,,,apakah memang yang terjadi asal ada yang mau ngasih KE bagi barang yang dibutuhkan langsung disikat???
itulah dunia mas makasih ya commentnya
[...] Rudal Indonesia gagal meluncur [...]